TransparaNews, KABUPATEN BEKASI — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi terus memacu kinerja untuk mengejar realisasi pendapatan pajak daerah tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp3,68 triliun. Upaya percepatan dilakukan melalui inovasi layanan hingga penurunan petugas ke lapangan guna memastikan penerimaan optimal menjelang akhir tahun.
Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, mengatakan bahwa percepatan diperlukan mengingat realisasi pajak hingga akhir kuartal III baru menyentuh Rp2,74 triliun atau 74,5 persen dari target tahunan.
“Selain memberikan pelayanan melalui aplikasi untuk memudahkan pembayaran, kami juga menurunkan petugas pajak untuk mengoptimalkan pencapaian target tahun ini,” ujar Iwan.
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, beberapa jenis pajak masih harus dikejar capaian penerimaannya. Pajak hotel, misalnya, baru terealisasi Rp28 miliar dari target Rp55 miliar. Pajak parkir juga baru mencapai Rp10 miliar dari total target Rp19 miliar.
Sementara itu, penerimaan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tercatat Rp676 miliar dari target Rp1,27 triliun.
“Kami bekerja lebih keras untuk mengejar target di sisa waktu yang ada. Kinerja petugas kami optimalkan untuk menjemput bola, sehingga akhir tahun nanti target bisa tercapai, bahkan kalau memungkinkan bisa melampaui,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pajak Daerah, Hendra Sugiarta, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan percepatan terutama pada sektor restoran, reklame, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pendataan ulang dan pemutakhiran data menjadi langkah kunci untuk mendorong peningkatan realisasi.
“Pendataan yang kami lakukan sudah menemukan lebih dari 500 wajib pajak baru atau yang datanya diperbarui. Ini sangat membantu untuk mengejar target,” kata Hendra.
Ia menegaskan, petugas terus bergerak memberikan imbauan hingga teguran kepada wajib pajak yang belum melakukan pembayaran. Jika diperlukan, penertiban juga dilakukan untuk memastikan kepatuhan.
“Turun ke lapangan dan memberikan imbauan terbukti cukup efisien. Mudah-mudahan bisa mengantarkan kita mencapai target agar pembangunan Kabupaten Bekasi tetap berjalan,” ujarnya.
Untuk memudahkan masyarakat, Bapenda juga membuka layanan keliling setiap akhir pekan di tingkat UPT. Pelayanan dilakukan pada Sabtu dan Minggu untuk mengakomodasi masyarakat yang tidak sempat mengurus pajak pada hari kerja.
Bapenda juga menyiapkan penghargaan bagi koordinator kecamatan serta kolektor pajak desa dan kelurahan yang berhasil memenuhi target.
“Masyarakat biasanya sibuk saat hari kerja. Karena itu kami membuka layanan keliling pada akhir pekan agar pembayaran pajak lebih mudah dijangkau,” jelasnya.
Terakhir, Hendra mengimbau, masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya para wajib pajak, untuk terus menaati kewajiban mereka. Pajak, kata dia, menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.
“Dengan taat membayar pajak, masyarakat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung program Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera,” tandasnya. (Rob)
TransparanNews, KOTA BEKASI – Usai mendapatkan laporan…
TransparanNews, KOTA BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang…
TransparanNews, Jawa Barat — Anggota DPRD Provinsi…
TransparanNews, KOTA BEKASI —Rendahnya tingkat partisipasi calon…
TransparanNews, KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi,…