TransparanNews, KOTA BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menjadi sorotan usai menayangkan press rilis yang dianggap keliru yang membuat pihak keluarga pasien merasa kebingungan.
Press rilis yang dipublikasikan usai rapat bersama Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Dinkes Kota Bekasi yang awalnya dimaksudkan untuk memberikan klarifikasi terkait isu pelayanan kesehatan. Namun, isi rilis justru dinilai tidak sesuai dengan fakta lapangan.
“Kami pihak keluarga, merasa bingung dengan hasil rilis yang diberikan oleh Dinas Kesehatan dari hasil rapat Komisi IV DPRD Kota Bekasi,” ujar Zeriko selaku pihak keluarga pasien.
“Kami baca rilis, itu sungguh aneh, mengatakan dengan keluhan sesak, batuk. ini yang kami bingungkan, bagaimana pihak Dinkes tau kondisi yang sebenarnya usai dipulangkan dari RS EMC Pekayon. Kan setelah dipulangkan dari RS EMC pihak Dinkes tidak mengetahui itu,” cetusnya.
Pada poin rilis nomor romawi II menimbulkan tafsir berbeda, sehingga memicu reaksi dari pihak keluarga pasien, orang kesetanan, hingga media.
Lanjut, pada poin rilis nomor romawi IV nomor 3 pihak RS EMC telah mengabaikan pasien usia progresif.
“Lanjut pada Romawi IV point nomor 3 juga membingungkan, jadi seolah RS EMC ini mengabaikan pasien yang sudah memasuki usia progesif. Tapi dari RS Primaya tidak mengabaikan dan justru malah menganjurkan untuk dirujuk ke RS Ananda Tambun Selatan,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, tim TransparanNews nantinya akan mengkonfirmasi ke Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi soal adanya kekeliruan rilis yang mereka tayangkan.(REDAKSI)
TransparanNews, KOTA BEKASI – Kerusakan di sepanjang…
TransparanNews, KOTA BEKASI — Pengurus Anak Cabang…
TransparanNews, KOTA BEKASI – Babak Kualifikasi (BK)…
TransparanNews, KOTA BEKASI — Sejumlah warga RT…
TransparanNews, JABAR — Capaian Pendapatan Asli Daerah…