TransparanNews, SUMSEL – Warga Jalan Abi Kusno Cokrosuyoso, RT 33 RW 07, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Palembang, kembali menyuarakan keresahan terkait keberadaan tempat usaha ayam potong di lingkungan mereka. Diduga Usaha yang telah berjalan sekitar setengah tahun tersebut dinilai semakin mengganggu kenyamanan warga karena bau busuk, pembuangan limbah sembarangan, serta aktivitas operasional yang berlangsung hingga dini hari.
Menurut keterangan warga yang enggan menyebutkan namanya, bau busuk dari pemotongan aktivitas ayam hampir setiap hari tercium dan mengganggu kenyamanan warga. “Limbahnyo tu boleh dikatoke nyengat nian di lingkungan kito ini. Sudah buka usaha sekitar setengah tahun, tapi makin ke sini makin meresahkan,” ujarnya.
Selain bau, warga juga mengeluhkan aktivitas yang berlangsung pada jam istirahat. Mobil pengangkut ayam termasuk masuk sekitar pukul 01.00 dini hari. Di lokasi itu, pemilik usaha tidak hanya menampung ayam, tetapi juga melakukan pemotongan dan pencabutan bulu ayam yang berlangsung hingga pagi hari.
“Mobil ayam itu masuk jam satu malam. Mereka memotong dan mencabut bulu ayam dari jam 1 malam sampai pagi. Tentu sangat mengganggu ketenangan warga,” ungkap warga lainnya,Jum,’at (21/11/2025).
Warga menambahkan bahwa pemilik usaha bukan warga setempat. “Yang buka usaha itu wong pendatang dari 3-4 Ulu, bukan wong sini,”Pak. Dulu mereka pernah membuka usaha di tempat dio sano, tapi ditutup dan ditolak wong. Lalu pindah ke sini,” jelasnya.
Dengan kondisi yang semakin meresahkan, warga berharap pemerintah kelurahan, kecamatan, hingga dinas terkait turun langsung untuk memeriksa izin usaha, standar kebersihan, serta pengelolaan limbah yang wajib dipenuhi. Warga menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud menghalangi orang mencari nafkah, namun upaya tersebut dinilai telah mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
“Kami hanya ingin lingkungan bersih, aman, dan nyaman. Tolonglah ditindak sebelum masalah ini semakin besar,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi. Warga berharap ada penanganan cepat agar persoalan ini tidak terus berlarut.(P/SR)
TransparanNews, KOTA BEKASI – Usai mendapatkan laporan…
TransparanNews, KOTA BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang…
TransparanNews, Jawa Barat — Anggota DPRD Provinsi…
TransparanNews, KOTA BEKASI —Rendahnya tingkat partisipasi calon…
TransparanNews, KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi,…