TransparanNews, BEKASI – Kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di Kota Bekasi tembus ribuan dan memasuki peringkat tertinggi se-Jawa Barat.
Berdasarkan catatan himpunan terakhir Dinas Kesehatan Kota Bekasi,
Pada Tahun 2022 dari 47.963 orang yang melakukan pemeriksaan tes HIV di Kota Bekasi ditemukan 922 kasus HIV baru.
Tahun 2023 dari 74.295 orang yang melakukan pemeriksaan tes HIV di Kota Bekasi ditemukan 882 kasus HIV baru.
Tahun 2024 dari 80.061 orang yang melakukan pemeriksaan tes HIV di Kota Bekasi ditemukan 706 kasus HIV baru.
Tahun 2025 dari 50.583 orang yang melakukan pemeriksaan tes HIV di Kota Bekasi ditemukan 321 kasus HIV baru.
Jika dilihat berdasarkan data tren orang yang berhasil di tes HIV dari tahun ke tahun semakin banyak, sedangkan temuan kasus baru nya semakin menurun.
Dari sisi penanggulangan program HIV ini merupakan salah satu peningkatan yg baik, dikarenakan bukan hal yang mudah untuk memastikan orang yang berisiko dapat melakukan tes HIV serta temuan kasus yang semakin menurun meskipun secara angka masih cukup tinggi kasus baru yang ditemukan.
Rentan usia yang terpapar HIV?
Rentan usia kasus HIV baru di tahun 2025 bulan januari s.d juli bervariatif ditemukan dari usia 0 – lebih dari 50 tahun. Dengan temuan kasus terbanyak ada di rentang usia produktif sebanyak 207 kasus dari total 321 kasus baru yang ditemukan.
Penyebaran penyebaran yang mendominasi, disebabkan oleh apa?
Faktor penyebab berbeda-beda sesuai faktor risiko yang bisa diketahui dari konseling pasien di fasilitas layanan kesehatan, dan dari kasus baru yang ada di tahun ini dapat ditemukan di berbagai kelompok populasi seperti berasal dari Populasi Umum, Pasien TB, Ibu Hamil dan lainnya.
Langkah dan upaya penanganan dari Dinkes untuk meminimalisir peningkatan hiv, bilamana ada peningkatan?
Melakukan promosi kesehatan edukasi tentang HIV kepada masyarakat agar menghindari faktor risiko yang dapat menyebabkan tertular/menularkan HIV.
Jika ditemukan kasus positif agar pasien tersebut dapat akses ke layanan pengobatan (layanan PDP) HIV yang tersedia di Kota Bekasi.
Melakukan perluasan layanan PDP HIV di fasyankes Kota Bekasi, Hal ini sangat penting agar setiap kasus baru HIV yang ditemukan, dapat segera mendapatkan akses pengobatan dan potensi penularan kasus baru HIV di Kota Bekasi juga dapat ditekan dan tidak ada lagi penularan HIV baru kedepannya.
Saat ini telah tersedia 28 fasyankes yang memberikan pengobatan HIV di Kota Bekasi.
Imbauan dan pesan untuk masyarakat agar tetap waspada, akan penyakit tersebut dimasyarakat,
1. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya. Agar masyarakat dapat mengindari faktor risiko yang dapat menyebabkan tertular atau menularkan virus HIV bukan orangnya.
2. Jika masyarakat merasa memiliki perilaku berisiko agar dapat cek status kesehatan pemeriksaan HIV di layanan Konseling Tes (KT) HIV yang tersedia di Kota Bekasi.
3. Penting untuk kita bersama dapat menghilangan stigma & diskriminasi pada orang dengan HIV (ODHIV) agar orang dengan HIV tidak enggan untuk akses pengobatan di fasyankes yang tersedia. Dengan rutin minum obat, orang dengan HIV (ODHIV) akan terus sehat dan produktif, serta mencegah penularan kasus baru.
4. Penanggulangan HIV dapat terwujud dengan peran aktif semua pihak dalam mewujudkan tujuan nasional 3 Zero Program HIV pada tahun 2030 yaitu tidak ada lagi kasus HIV baru, tidak ada lagi kematian karena AIDS, dan tidak ada lagi stigma & diskriminasi. (*)
TransparanNews, KOTA BEKASI – Kerusakan di sepanjang…
TransparanNews, KOTA BEKASI — Pengurus Anak Cabang…
TransparanNews, KOTA BEKASI – Babak Kualifikasi (BK)…
TransparanNews, KOTA BEKASI — Sejumlah warga RT…
TransparanNews, JABAR — Capaian Pendapatan Asli Daerah…