banner-single-samping

Ngeriii Rumah Warga Dipenuhi Ulat dan Bau Menyengat Akibat Antrian Truk Sampah 

Redaksi | Nov 19, 2025

IMG-20251119-WA0030

TransparanNews, KOTA BEKASI — Warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi, kembali mengeluhkan dampak serius dari antrian panjang truk sampah yang terjadi sejak 8 Maret 2025. Bau menyengat dan belatung yang terbawa angin diduga masuk ke permukiman, hingga mengganggu kesehatan warga.

Salah satu warga, H. Dedy, mengaku rumahnya kerap dipenuhi bau busuk dari sampah yang menumpuk di truk-truk pengangkut. Belatung bahkan disebut masuk hingga ke area rumah, menyebabkan dirinya mengalami sesak napas serta iritasi kulit.

“Saya sudah tidak kuat dengan bau dan belatung itu. Setiap hari harus menghirup udara tidak sehat,” ujar H. Dedy.

Melihat kondisi yang makin mengganggu, H. Dedy mengaku telah melapor kepada Kepala UPTD TPA Sumur Batu. Ia meminta agar jalan di depan rumahnya disiram secara rutin untuk mengurangi debu dan aroma sampah. Namun, laporan tersebut tidak mendapat respons.

Tak hanya itu, H. Dedy melanjutkan keluhannya kepada Kepala Dinas IPAL Lingkungan Hidup Kota Bekasi. Permintaan itu mendapat tanggapan cepat. Kepala Dinas, melalui instruksi langsung kepada Kepala UPTD, memerintahkan agar jalan di depan rumah warga disiram, dan truk sampah dilarang parkir dalam radius 50 meter dari rumah H. Dedy.

Lebih lanjut, instruksi tersebut sempat dijalankan, namun hanya berlangsung satu hari. Setelah itu, antrian truk kembali memenuhi jalan dan menimbulkan keluhan serupa.

Melihat kondisi ayahnya yang telah berusia lanjut, keluarga H. Dedy meminta perhatian pemerintah. Putri H. Dedy menyampaikan harapan agar masalah ini segera ditangani secara serius oleh Pemerintah Kota Bekasi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Tolong Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak H. Dedy Mulyadi. Saya ingin ayah saya tetap sehat. Kami berharap Wali Kota Bekasi dapat membantu mengatasi permasalahan ini,” ujarnya.

Ia bahkan menyarankan, ayahnya untuk pindah rumah demi kesehatan. Keluarga berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan membeli rumah tersebut untuk digunakan sebagai fasilitas pendukung TPA Sumur Batu.

Keluhan warga mengenai aktivitas truk sampah di sekitar TPA Sumur Batu bukan yang pertama. Pengaturan arus truk, antrean masuk ke area pembuangan, serta pengelolaan bau dan tumpahan sampah kerap menjadi sorotan warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD TPA Sumur Batu maupun Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi belum memberikan keterangan lanjutan terkait keluhan warga dan tindak lanjut dari instruksi Kepala Dinas. (Rob)

 

Posted in , ,

116090006785195717

Berita Lainnya

Baca Juga

Dinsos Kota Bekasi Bergerak Usai Terima Laporan Warga Soal Rumah Tak Layak Huni 

TransparanNews, KOTA BEKASI – Usai mendapatkan laporan…

DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Distribusikan Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatera

TransparanNews, KOTA BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang…

Ahmad Faisyal : Tingginya Daya Investasi Dan Capaian PAD Jadi Modal Kuat Dongkrak UMKM Jawa Barat

TransparanNews, Jawa Barat — Anggota DPRD Provinsi…

Dinkes Kota Bekasi Ajak Ribuan Calon Jemaah Haji Jalani Pemeriksaan Kesehatan

TransparanNews, KOTA BEKASI —Rendahnya tingkat partisipasi calon…

Tri Adhianto Ajak Masyarakat Apresiasi Peran Ibu pada Semarak Hari Ibu Kota Bekasi

TransparanNews, KOTA BEKASI –  Wali Kota Bekasi,…

banner-single-samping