TransparanNews, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi masih mengkaji rencana penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, hingga kini pembahasan tersebut belum final karena masih dalam proses penyesuaian di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
“Kajiannya belum jadi. Masih proses pengalihan kuota di BKPSDM,” kata Tri Adhianto, Senin (1/12/2025).
Selain membahas WFH, Pemkot Bekasi juga mulai mempersiapkan langkah strategis dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurut Tri, pemerintah daerah akan segera menggelar rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah untuk merumuskan kebijakan pengamanan dan pelayanan masyarakat.
“Hari ini baru akan dirapatkan. Kita lihat nanti langkah-langkahnya seperti apa, termasuk arahan dan ajuan dari pemerintah pusat ke daerah, baru kemudian kita sesuaikan,” ujar dia.
Di sektor ekonomi, Tri menegaskan komitmen Pemkot Bekasi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Ia menyebut operasi pasar murah telah digelar hampir di seluruh kecamatan dan berakhir pada 20 November lalu. Ke depan, pemerintah akan memperkuat pengawasan melalui inspeksi mendadak ke pasar-pasar tradisional.
“Persoalannya ada di ketersediaan. Kalau barang tersedia, maka harga juga bisa lebih stabil,” lanjutnya.
Tak hanya fokus pada persoalan dalam daerah, Pemkot Bekasi juga menyiapkan langkah solidaritas untuk membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengalihkan program “Jumat Berkah” menjadi wadah pengumpulan donasi.
“Biasanya kita memberikan bantuan dalam bentuk makan, nanti bisa dialihkan dalam bentuk uang untuk kita kumpulkan,” ucapnya.
Bantuan yang disiapkan tidak hanya berupa dana, tetapi juga memungkinkan dalam bentuk rehabilitasi infrastruktur, seperti perbaikan sekolah dan puskesmas di wilayah terdampak bencana. Menurut Tri, bantuan jangka panjang dinilai penting untuk mempercepat pemulihan masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh ASN, masyarakat, serta pelaku usaha di Kota Bekasi untuk bersama-sama berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana di Sumatera. Kolaborasi lintas sektor, kata dia, menjadi kunci agar bantuan yang diberikan dapat berjalan berkelanjutan.
“Kita inisiasi warga masyarakat untuk pemulihan bersama-sama, termasuk pengusaha. Semua akan kita ajak,” pungkasnya. (Rob)
Posted in Uncategorized
TransparanNews, JABAR — Anggota DPRD Provinsi Jawa…
TransparanNews, KOTA BEKASI – Usai mendapatkan laporan…
TransparanNews, KOTA BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang…
TransparanNews, Jawa Barat — Anggota DPRD Provinsi…
TransparanNews, KOTA BEKASI —Rendahnya tingkat partisipasi calon…